MAKALAH ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Berbicara tentang
masalah kepegawaian berarti kita tidak akan terlepas dari pada pembicaraan
tentang ketenagakerjaan. Berhubung karna pegawai itu juga tenaga kerja.
Pengunaan istilah pegawai dan pekerja, kepegawaian dan ketenagakerjaan pada
hakikatnya secara yuridis tidak mempunyai perbedaan arti dalam kaitannya dengan
kehadirannya didalam suatu perusahaan atau instansi pemerintah.
Administrasi kepegawaian berkaitan dengan penggunaan sumber daya manusia dalam
suatu organisasi.
Pentingnya
administrasi kepegawaian yaitu karena administrator
adalah Pegawai Negeri Sipil selaku
pelaksana tugas pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu
hal tersebut tersebar di pusat dan daerah. Sehingga administrasi sangat
berperan penting dalam hal pencapaian tujuan.
Sistem administrasi
kepegawaian adalah bagian dari administrasi negara yang kebijaksanaannya
ditentukan dari tujuan yang ingin dicapai. Pola kebijaksanaannya tergantung
pada bentuk negara yang dianut suatu negara, apakah federal ataukah kesatuan.
B. Rumusan Masalah:
1.
Apa
saja yang termuat dalam pendahuluan dari administrasi kepegawaian?
2.
Sistem
apa saja yang termuad dalam administrasi kepegawaian?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Administrasi Kepegawaian
Ada beberapa pendapat tentang pengertian
administrasi kepegawaian yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya, yaitu:
Menurut Drs. M. Manullang (1967) mengemukakan
bahwa :
“Administrasi Kepegawaian adalah seni dan ilmu
perencanaan, pelaksanaan dan pengontrolan tenaga kerja untuk mencapai tujuan
yang telah ditentukan terlebih dahulu, dengan meningalkan kepuasan hati
pada diri para pekerja.”
Paul Pigors dan Charles A. Myers serta Thomas G Spates berpendapat
bahwa “Administrasi kepegawaian adalah suatu tata cara atau prosedur tentang
cara-cara mengorganisasi dan memperlakukan orang yang bekerja sedemikian rupa
sehingga mereka masing-masing mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari
kemampuannya, jadi memperoleh efisiensi yang maksimum untuk dirinya sendiri dan
golongannya.”
Pada umumnya Administrasi
Kepegawaian mempunyai sasaran yang sama yaitu motivasi dan produktivitas sebuah
kerja maksimum dari anggota organisasi yang sekaligus juga berarti mencapai
suatu tujuan organisasi atau perusahaan itu sendiri dengan baik.
B. Pendekatan Administrasi Kepegawaian
Rumusan mengenai administrasi
kepegawaian sangat banyak, namun pendekatan dalam administrasi kepegawaian
dapat dibedakan menjadi:
- Pendekatan kepartaian
Pendekatan ini terutama didasarkan
atas perjuangan kaum politikus. Pengangkatan seseorang untuk memangku jabatan
didasarkan atas perjuangan partai.
- Pendekatan daya guna
Pendekatan ini terutama didasarkan
atas daya guna, maksudnya pengangkatan seseorang untuk memangku jabatannya
didasarkan atas kecakapan atau keahliannya.
- Pendekatan hubungan antar manusia
Pendekatan ini timbul sebagai akibat
yang tidak memuaskan dari pendekatan daya guna yang kurang memperhatikan faktor
hubungan antar manusia dalam administrasi. Sebagai bagian dari gerakan
manajemen ilmiah, administrasi kepegawaian tidak luput dari kritik-kritik
antara lain dalam mencapai daya guna terlalu menitikberatkan pada barang-barang
mati, penekanan pada prosedur-prosedur, bahan-bahan, bentuk-bentuk dan
mengabaikan barang-barang hidupnya, yakni manusia-manusianya. Dengan pendekatan
hubungan antar manusia ini tidak berarti bahwa faktor kecakapan ditinggalkan.
Hanya pada pendekatan ini perhatian lebih banyak dicurahkan kepada faktor
hubungan antar manusia.
C. Fungsi Administrasi Kepegawaian
Fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan
dari administrasi kepegawaian menurut Felix A. Nigro meliputi:
- Pengembangan struktur organisasi untuk melaksanakan program kepegawaian termasuk didalamnya tugas dan tanggung jawab dari setiap pegawai yang ditentukan dengan jelas dan tegas.
- Penggolongan jabatan yang sistematis dan perencanaan gaji yang adil dengan mempertimbangkan adanya saingan yang berat dari sektor swasta.
- Penarikan tenaga kerja yang baik
- Seleksi pegawai yang menjamin adanya pengangkatan calon pegawai yang cakap dan penempatannya dalam jabatan-jabatan yang sesuai.
- Perencanaan latihan jabatan dengan maksud untuk menambah keterampilan pegawai, memotivasi semangat kerja dan mempersiapkan mereka untuk kenaikan pangkat.
- Penilaian kecakapan pegawai secara berkala dan teratur dengan tujuan meningkatkan hasil kerjanya dan menentukan pegawai-pegawai yang cakap.
- Perencanaan kenaikan pangkat yang didasarkan atas kecakapan pegawai dengan adanya sistem jabatan, di mana pegawai-pegawai yang baik ditempatkan pada jabatan-jabatan yang sesuai dengan kecakapannya, sehingga mereka dapat mencapai tingkat jabatan yang paling tinggi.
- Kegiatan-kegiatan untuk memperbaiki hubungan antar manusia
- Kegiatan-kegiatan untuk memelihara dan mempertahankan moril serta disiplin pegawai.
D.
Sistem Kepegawaian
Pegawai merupakan faktor yang sangat penting dalam
suatu perusahaan baik perusahaan negara maupunperusahaan swasta. Walaupun
sedimikian canggihnya teknologi saat ini, tanpa kehadiran pegawai semua itu
belum mempunyai arti apa-apa. Karena sangat pentingnya pegawai dalam suatu
perusahaan, maka untuk ini dapat digunakan berbagai sistem kepegawaian, antara
lain:
Ø
Sistem Kawan (Patronage System)
Sistem kawan merupakan suatu sistam kepegawaian yang bersifat subyektif,
artinya pengangkatan seorang pegawai berdasarkan atas hubungan pribadi antara
pihak yang mengangkat dengan yang diangkat.
Ø Sistem
Kecakapan (Merit System)
Berbeda dengan sistem kawan, sistem kecakapan bersifat
obyektif. Pengangkatan seorang pegawai didasarkan pada kecakapan yang dimiliki.
Ukuran awal untuk mengetahui kecakapan seorang calon pegawai antara lain adalah
ijazah yang dimiliki atau hasil tes yang dicapainya.
Dalam praktek kepegawaian, sistem ini bukan saja
dipergunakan pada pengangkatan pertama seorang pegawai, tetapi juga pada proses
kepegawaian berikutnya, antara lain untuk menentukan kenaikan gaji, kenaikan
tingkat, dan sebagainya.
Ø Sistem Karier (Career
System)
Menurut sistem karier ini seseorang diterima menjadi
pegawai karena pertimbangan kecakapan. Kesempatan untuk mengembangkan bakat
serta kecakapan terbuka selama pegawai mampu bekerja. Pangkatnyapun dapat
dinaikkan setinggi mungkin. Sistem ini merupakan konsekuensi logis dari sistem
kepegawaian yang berdasarkan kecakapan.
Ø Sistem Prestasi
Kerja
Sistem prestasi kerja adalah suatu sistem kepegawaian
dimana pengangkatan seseorang untuk menduduki sesuatu jabatan atau untuk naik
pangkat didasarkan atas kecakapan dan prestasi yang dicapai oleh pegawai yang
diangkat. Kecakapan tersebut harus dibuktikan dengan lulus dalam ujian
dinas dan prestasi dibuktikan secara nyata. Sistem prestasi kerja tidak
memberikan penghargaan terhadap masa kerja.
Dalam sistem ini dapat naik pangkat dalam jangka waktu
yang relatif singkat, karena tidak dibatasi oleh lamanya masa kerja, sedangkan
sistem karier selain memperhatikan kecakapan juga memperhatikan lamanya masa
kerja dari pegawai yang bersangkutan. Pegawai tidak dapat naik pangkat
apabila masa kerja minimum belum dipenuhi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada umumnya administrasi kepegawaian mempunyai
sasaran yang sama yaitu motivasi dan produktivitas sebuah kerja maksimum dari
anggota organisasi yang sekaligus juga berarti mencapai suatu tujuan organisasi
atau perusahaan itu sendiri dengan baik.
Administrasi kepegawaian pun memiliki berbagai macam
fungsi. Salah satunya yaitu Pengembangan struktur organisasi untuk
melaksanakan program kepegawaian termasuk didalamnya tugas dan tanggung jawab
dari setiap pegawai yang ditentukan dengan jelas dan tegas.
Pegawai merupakan faktor yang sangat penting dalam
suatu perusahaan baik perusahaan negara maupunperusahaan swasta. Walaupun
sedimikian canggihnya teknologi saat ini, tanpa kehadiran pegawai semua itu
belum mempunyai arti apa-apa. Karena sangat pentingnya pegawai dalam suatu
perusahaan, maka untuk ini dapat digunakan berbagai sistem kepegawaian.
DAFTAR PUSTAKA
Saksono, Slamet. Administrasi Kepegawaian. Yogyakarta: Kanisius,
1988.
Tayibnapis, Burhanudin A. MPH. Administrasi Kepegawaian: Suatu Tinjauan
Analitik. Jakarta: Pradnya Paramita, 1995.
Moekijad.Administrasi Kepegawaian Negara. Bandung: CV. Mandar Maju,
1991
Tidak ada komentar:
Posting Komentar