KATA PENGANTAR
Puji Syukur
kehadirat Allah SWT, karena atas karunia dan hidayah-Nya penyusun dapat
menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “
Tanaman Kacang Panjang ”. Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusun karya ilmiah ini.
Penyusun
menyadari adanya banyak kekurangan dalam penulisan karya ilmiah ini. Oleh
karena itu penyusun mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang membangun
demi kesempurnaan dalam karya ilmiah ini.
Harapan
penyusun agar karya ilmiah ini berguna dan dapat dimanfaatkan sebagaimana
mestinya, serta dapat menambah ilmu pengetahuan di bidang perencanaan
pembelajaran.
......................., Januari 2016
Penulis,
( ___________________ )
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……………………………………………………………… i
Daftar Isi ……………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ……………………………………………………………… 1
B.
Tujuan ……………………………………………………………… 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Sistematika tumbuhan
………………...........………………………………… 2
B.
Morfologi tumbuhan ……………............................………………………… 2
C.
Syarat pertumbuhan
………………......................…………………………… 3
D.
Pembibitan
………………...........……………………………………………… 3
E.
Pengolahan media tanam
…………………....………………………………… 3
F.
Teknik penanaman
………………...…………….............…………………… 3
G.
Pemeliharaan
………………...…….......……….............………………..…… 4
H.
Pengolahan hama dan penyakit
……………...................…………….……… 4
I.
Panen dan pasca panen
………………...…………….............……….……… 6
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ……………………………………………………………… 7
B.
Saran ……………………………………………………………… 7
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………… 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Tumbuhan
semusim atau tanaman semusim merupakan istilah agrobotani bagi tumbuhan yang dapat dipanen hasilnya dalam satu musim tanam. Dalam pengertian botani, pengertiannya agak diperlonggar menjadi
tumbuhan yang menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam rentang setahun.
Istilah dalam bahasa Inggris, annual plant, menunjukkan bahwa yang
dimaksud "satu musim" adalah satu tahap dalam setahun. Bagi pertanian
di daerah beriklim sedang seringkali yang dimaksud semusim adalah apabila
tanaman yang dimaksud tidak perlu mengalami musim dingin bagi pembungaannya (vernalisasi).
Sejumlah
tumbuhan dari daerah beriklim sedang atau tumbuhan gurun memiliki perilaku
musiman yang sangat ekstrem. Mereka menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam
waktu sangat singkat (4 hingga 8 minggu). Tumbuhan seperti narsisus, yang dikenal sebagai spring plants (tumbuhan musim semi),
mengeluarkan daun di akhir musim
dingin (musim salju) lalu berbunga
dan kemudian layu kembali hanya dalam waktu sekitar 3 bulan, untuk kemudian
kembali beristirahat dalam bentuk umbi.
B.
Tujuan
Adapun tujuan dari dipilihnya
tanaman semusim adalah sebagai berikut :
1.
Karana
dalam membudidayakannya tidak memerlukan waktu yang lama.
2.
Karena
bisa melakukan penanaman secara terus menerus.
3.
Karena
tidak dibatasin oleh musim atau tidak ada musim untuk berbuah.
4.
Karena
dalam perawatannya lebih mudah kerena rata-rata tanaman semusim tidak terlalu
tinggi.
BAB II
PEMBAHASAN
Tanaman kacang panjang adalah
tanaman yang banyak dikosumsi dimasyarakat indonesia selain rasanya yang enak
dibuat campuran sayur atau ditumis tanaman kacang panjang juga memiliki
beberapa khasiat kandunagan dan khasiat diantaranya adalah sebagai berikut:
kacang panjang mengandung enam antosianin (sianidin 3-O-galaktosida, sianidin
3-O-glukosida, delfinidin 3-O-glukosida, malvidin 3-O-glukosida, peonidin3-O-glukosida,
dan petunidin 3-O-glukosida), flavonol atau glikosida flavonol (kaempferol
3-O-glukosida, quersetin, quersetin 3-O-glukosida, kuersetin
3-O-6′-asetilglukosida) (Wong and Chang, 2004), aglikon flavonoid (kuersetin,
kaempferol, isorhamnetin) (Lattanzio et al., 2000). Daun dan akarnya mengandung
saponin dan polifenol (Hutapea, 1994). Selain itu juga mengandung protein,
karbohidrat, lemak, serat, kalsium, besi, fosfor, potasium, sodium, vitamin B1,
vitamin B2, vitamin C, dan niasin (Handri and Rafira, 2003). Kandungan
senyawa-senyawa di dalam kacang panjang ini berperan dalam proses proliferasi,
diferensiasi, dan sintesis protein di sel target yang berbeda-beda. (Aryati,
2001).
A. Sistematika
Tumbuhan
Sinonim : (Vigna sinensis
(L.) Savi ex Hassk.)., Vigna unguiculata (L.) Walp., Vigna
cylindrical Endl., Vigna
catjang (Burm.) Walp.
Klasifikasi :
Divisi : Spermatophyta
sub divisi : Angiospermae
kelas : Dicotyledoneae
bangsa : Rosales
suku : Leguminosae
(Papilionaceae)
marga : Vigna
jenis : Vigna
cylindrica (L.) Skeels
Nama
umum/dagang : Kacang panjang
B.
Morfologi
Tumbuhan
Tanaman kacang panjang merupakan tanaman
semak yang hidupnya menjalar dan tanaman kacang panjang ini merupakan tanaman
semusim yang dengan tinggi kurang lebih 2,5 m pada bagian batang tanaman kacang
panjang ini umumnya tumbuhnya tegak, silindris, lunak dan berwarna hijau dengan
permukaan licin kemudian daunnya majemuk, lonjong, berseling, panjang 6-8 cm,
lebar 3-4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan
menyirip, tangkai silindris, panjang kurang lebih 4 cm, dan berwarna hijau.
Kemudian bunga tanaman kacang panjang ini terdapat pada ketiak daun, majemuk,
tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan,
mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari bertangkai,
panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning, putik
bertangkai, berwarna kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna ungu.
Kemudian buah tanaman kacang panjang ini berbentuk polong, berwarna hijau, dan
panjang 15-25 cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat muda. Akarnya
tunggang berwarna coklat muda (Hutapea et al., 1994).
C.
Syarat
pertumbuhan
Tanaman kacang panjang ini tumbuh baik pada
jenis tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan
organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5,5-6,5. Suhu antara 20-30 derajat
Celcius, iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian
tempat optimum kurang dari 800 m dpl.
D.
Pembibitan
Benih kacang panjang yang
baik dan bermutu adalah sebagai berikut:
·
penampilan bernas/kusam, daya kecambah tinggi di
atas 85%, tidak rusak atau cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit.
Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.
·
Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi
benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah di siapkan.
E.
Pengolahan
media tanam
·
Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar,
dicangkul atau dibajak hingga tanah menjadi gembur.
·
Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm,
jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan dan
kemudian untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm,
tinggi 30 cm dan dengan jarak antara guludan 30-40 cm
·
Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah
dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan
tanah pada kedalaman 30 cm
·
Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air
secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA
diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2(10 botol/ha). Hasil akan
lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA, cara penggunaannya sebagai berikut:
alternatif 1 : 1 botol Super
Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50
lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.
F.
Teknik
penanaman
·
Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20
x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm
dan 30 x 60 cm.
·
Waktu tanam yang baik pada tanaman kacang panjang
adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan akan tetapi dapat juga ditanam
disepanjang musim asal air tanahnya memadai untuk pembudidayaan tanaman kacang
panjang.
·
Benih direndam POC NASA dosis 2 tutup/liter
selama 0,5 jam lalu tiriskan hingga benih benar kering.
·
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam yang sudah
dibuat sebanyak 2 biji kemudian ditutup dengan tanah tipis atau dengan abu
dapur dan usahakan lubang tanamnya jangan terlalu dalam karena hal ini dapat
memperlambat tumbuhnya tanaman kacang panjang sampai dengan muncul kepermukaan
tanah.
G.
Pemeliharaan
Pemaliharaan tanaman kacang
panjang meliputi beberapa faktor diantaranya adalah sebagai berikut :
·
Penyulaman : Benih tanaman kacang panjang akan
tumbuh 3-5 hari setelah tanam dan benih yang tidak tumbuh maka segerah harus
disulam kembali secepatnya agar nanti dalam pemenennya dapat dipanen secara
bersamaan.
·
Penyiangan: Penyiangan dilakukan pada waktu
tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam atau tergantung pertumbuhan rumput di
kebun jika dalam waktu seminggu rumput sudah tumbuh banyak maka penyianagan
dilakukan setiap minggu dan penyiangan dilakukan dengan cara mencabut rumput
liar atau membersihkannya dengan alat kored sampai benar-benar bersih
penyiangan ini dimaksudkan agar tanaman kacang panjang tidak berebut unsur hara
dengan rumput.
·
Pemangkasan : Tanaman kacang panjang yang terlalu
rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang hal ini ditunjukan
karena tanaman kacang panjang yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan
bunga sehingga tanaman lama untuk berbuah.
·
Pemupukan : Dosis pupuk makro sebagai berikut:
|
Waktu
|
Dosis
Pupuk Makro (per ha)
|
||
|
Urea
(kg)
|
SP-36
(kg)
|
KCl (kg)
|
|
|
Dasar
|
50
|
75
|
25
|
|
Umur 45 hari
|
50
|
25
|
75
|
|
TOTAL
|
100
|
100
|
100
|
Catatan : Atau sesuai rekomendasi setempat.
Pupuk diberikan di dalam
lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang
diberikan untuk satu tanaman kacang panjang tergantung dari jarak tanam POC
NASA diberikan 1-2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara
disemprotkan (4-8 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk
pemeliharaan 1-2 botol per 1000 M2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika
penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup
Hormonik/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan,karena
dapat mengganggu penyerbukan (dapat disiramkan dengan dosis + 2 tutup/10 liter
air).
H.
Pengolahan hama
dan penyakit
1.
Lalat
kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala:
terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman kacang
panjang yang terserang lalat kacang pertumbuhannya akan terhambat dan daun
tanaman kacang panjang akan berwarna kekuningan dengan pangkal batang terjadi
perakaran sekunder dan membengkak.
Pengendalian
lalat kacang dapat dilakukan dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari
famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan PESTONA.
2.
Kutu daun (Aphis
cracivora Koch)
Gejala:
pertumbuhan tanaman kacang panjang dapat terlambat karena hama kutu daun ini
mengisap cairan sel tanaman kacang panjang dan penurunan hasil pemanenan. Kutu
daun ini biasanya hidup bergerombol di pucuk tanaman kacang panjang dan
berperan sebagai vektor virus.
Pengendalian
kutu daun dapat dilakukan dengan cara rotasi tanaman kacang panjang dengan
tanaman yang bukan famili kacang-kacangan dan dengan penyemprotan Natural BVR
3.
Ulat
grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala:
daun tanaman kacang panjang yang terserang ulat gerayak akan berlubang-lubang
dengan ukuran yang tidak pasti, biasanya serangan berat ulat gerayak ini
terjadi pada musim kemarau selain itu ulat gerayak ini juga menyerang polong
buah tanaman kacang panjang.
Pengendalian
ulat gerayak ini bisa dilakukan dengan cara kultur teknis, rotasi tanaman
kacang panjang dengan tanaman yang bukan famili kacang-kacangan dan dapat juga
dilakukan dengan penanaman serempak natural VITURA.
4.
Penggerek
biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala:
biji tanaman kacang panjang yang terserang penggerek batang akan rusak
berlubang-lubang dan akan hancur sampai 90%.
Pengendalian
penggerek biji ini dapat dilakukan dengan cara membersihkan dan memusnahkan
sisa-sisa tanaman kacang panjang karena sisa-sisa tanaman kacang panjang dapat
dijadikan tempat persembunyian hama penggerek biji ini atau dapat juga
dilakukan yaitu benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg
biji.
5.
Ulat bunga
( Maruca testualis)
Gejala:
bunga tanaman kacang panjang yang terserang ulat bunga biasanya larva ulat
bunga yang menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian larva ulat bunga ini
memakan polong.
Pengendalian
ulat bunga ini dapat dilakukan dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan
kebun dari sisa-sisa tanaman dan dengan disemprot larutan PESTONA.
6.
Penyakit
Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala:
serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker
berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji.
Pengendalian
penyakit antraknose dapat dilakukan dengan rotasi tanaman, perlakuan benih
sebelum ditanam dengan Natural GLIO dan POC NASA dan membuang rumput-rumput
dari sekitar tanaman.
7.
Penyakit
mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).
Gejala:
pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan.
Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun.
Pengendalian
penyakit mozaik dapat menggunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector
kutu daun dan tanaman yang tersersang dicabut dan dibakar.
8.
Penyakit
sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala:
pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek,
tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu
daun. Pengendalian penyakit ini sama dengan pengendalian penyakit mosaik.
9.
Layu
bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala:
tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati. Pengendalian
layu bakteri ini dapat dilakukan dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan
mencabut tanaman yang mati dan gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
I.
Panen dan pasca panen
Ciri-ciri
polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan
biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol.
-
Waktu
panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4
bulan.
-
Cara panen
pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan
pisau tajam.
-
Selepas
panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu disortasi.
-
Polong
kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg dan siap dipasarkan.
BAB III
KESIMPULAN DAN
SARAN
A. Kesimpulan
Melihat dari cara pembudidayaan tanaman kacang panjang tidak terlalu
sulit dalam membudidayakan maka dapat disimpulkan bahwa dalam pembudidayaan
tanaman kacang panjang sangat menguntungkan dan harus dibudidayakan secara
besar-besaran karena tanaman kacang panjang dalam pemanenanya tidak hanya satu
kali panen saja bahkan bisa sampai dua atau tiga kali panen selain itu tanaman
kacang panjang juga memiliki beberapa khasiat untuk manusia.
B. Saran
Melihat dari cara pembudidayaanya dapat disarankan bahwa dalam
pembudidayaan tanaman kacang panjang harus siap dalam mengatasi hama dan
penyakit yang akan menyerang tanaman kacang panjang tersebut oleh karena
penangan demi penangan terus dilaksanakan dan dikembangkan agar tanaman-tanaman
kacang panjang dapat tumbuh dengan baik selain itu dapat disarankan agar dalam
penggunaan pestisida untuk menangani hama harus menggunakan pestisida organik
karena agar tidak membahayakan banyak kehidupan baik manusia, hewan bahkan
tumbuhan itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
http://aayhunna.blogspot.co.id/2014/10/
karya ilmiah -kacang-panjang.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar