Kamis, 28 April 2016

MAKALAH - BUDIDAYA IKAN BANDENG



KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena atas karunia dan hidayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan Karya Ilmiah yang berjudul “ BUDIDAYA IKAN BANDENG ”. Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusun Karya Ilmiah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penyusun menyadari adanya banyak kekurangan dalam penulisan Karya Ilmiah ini. Oleh karena itu penyusun mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang membangun demi kesempurnaan dalam karya ilmiah ini kedepannya.
Harapan penyusun agar Karya Ilmiah ini berguna dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya, serta dapat menambah ilmu pengetahuan di bidang Budidaya Ikan Bandeng.


                                                                                                Tonra,   November 2015
Penulis,



( ___________________ )



DAFTAR ISI

Kata Pengantar                  ……………………………………………………………… i
Daftar Isi                           ……………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang .......………………………………………..…………………... 1
B.     Rumusan masalah .................……………………………………….…....…...     1
C.     Tujuan penelitian ..........................................…………………………...………  1
D.    Manfaat penelitian ........………………………………………………………     1
E.     Manfaat jagung .......………………………………………..….........………..… 1
BAB II HASIL PENELITIAN
A.    Penyebab Petani Gagal Panen  .......………………………...............………..… 2
B.     Langkah-Langkah Dalam Berbudidaya Ikan Bandeng ……......…...........…..… 3
C.     modal awal untuk berbudidaya ikan bandeng .......………....................... …..… 7
D.    manfaat ikan bandeng bagi kesehatan .......…....................................………..… 7
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan            ……………………………………………………………… 8
B.     Saran                      ……………………………………………………………… 9
DAFTAR PUSTAKA       ……………………………………………………………… 9



















BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Ikan bandeng memiliki nama latin Chanos chanos, merupakan ikan campuran antara air asin dan air tawar atau payau. Ikan ini dapat hidup sampai ke pinggiran dan tengah laut dan secara kontinyu akan kembali ke perairan dangkal atau tepi pantai untuk bertelur. Ikan banding lebih menyenangi perairan dangkal dengan banyak tanaman bakau di sekitarnya. Karena akar tanaman bakau akan melindungi telur dan bayi ikan banding dari pemangsa seperti ikan lain yang berukuran lebih besar.
Bayi bandeng atau yang dekenal dengan nama “nener” banyak ditangkap oleh para nelayan untuk dijadikan benih di tambak. Memang bandeng sekarang sudah banyak di pelihara di tambak – tambak. Pengambilan benih bandeng atau nener di alam liar masih merupakan pola pembibitan yang sudah kadaluarsa. Sekarang bibit bandeng atau nener banyak di produksi oleh para pembibit atau hatchery untuk di jual ke pengelola tambak. Dengan teknik pembibitan ynag modern bibit bandeng dapat dihasilkan dengan jumlah yang luar biasa banyak.
B.       Rumusan masalah
Dalam penilitian ini masalah yang akan di teliti penulis adalah:
1.      apa yang menyebabkan petani ikan bandeng gagal panen?
2.      bagaimana langkah-langkah membudidayakan ikan mulai dari bibit sampai panen?
3.      berapa besar modal yang harus disiapkan oleh petani untuk berbudidaya ikan bandeng?
4.      apa manfaat ikan bandeng bagi kesehatan?
C.      tujuan penelitian
Berkaitan dengan permasalahan yang diteliti,tujuan penelitian yang ingin disampaikan oleh penulis yaitu:
1.      dapat memberi tahukan hal-hal yang menyebabkan petani ikan bandeng gagal panen
2.      dapat memberitahukan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membudidayakan ikan bandeng
3.      dapat memberitahukan modal awal untuk membudidayakan ikan bandeng
4.      dapat memberi tahukan apa manfaat ikan bandeng bagi kesehatan
D.      Manfaat penelitikan
Berdasarkan hasil penelitian maka manfaat yang dapat di ungkapkan penulis adalah:
                1.kita dapat mengetahui penyebab petani gagal panen
                2.kita dapat mengetahui langkah-langkah membudidayakan ikan bandeng
                3.kita dapat mengetahui modal awal untuk berbudidaya ikan bandeng
                4.kita dapat mengetahui manfaat dari ikan bandeng bagi kesehatan


BAB II
HASIL PENELITIAN

A.      Penyebab Petani Gagal Panen
Setiap faktor saling mempengaruhi kehidupan organisme dalam suatu ekosistem perairan termasuk mempengaruhi pertumbuhan. Pada pemeliharaan ikan ini kualitas air, kepadatan ikan, serta jumlah dan kualitas pakan pun harus selalu diperhatikan. Kepadatan ikan sangat penting untuk kenyamanan hidup. Ikan yang terlalu padat dapat menimbulkan stres karena kualitas air cepat menjadi jelek. Bahkan, oksigen terlarut cepat habis. Selain itu, pada ikan tertentu dapat terjadi gesekan antar ikan sehingga menimbulkan luka. Akibatnya, penampilan ikan menjadi jelek atau bahkan dapat menimbulkan kematian.
Jumlah dan kualitas pakan merupakan faktor penting. Bila pakannya terlalu sedikit, ikan akan sukar tumbuh. Sebaliknya bila terlalu banyak, kondisi air menjadi jelek, terutama pakan buatan. Pemberian pakan dengan frekuensi lebih sering dan jumlah yang tidak terlalu banyak akan lebih baik dibanding diberikan sekaligus dalam jumlah banyak.
Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh dua factor, yaitu factor internal yang meliputi keturunan, sex, umur dan serangan penyakit. Dalam suatu kultur, factor keturunan mungkin dapat dikontrol dengan mengadakan seleksi untuk mencari ikan yang baik pertumbuhannya. Tetapi kalau alam tidak ada control yang dapat diterapkan. Juga factor sex tidak dapat dikontrol. Ada ikan betina pertumbuhannya lebih baik dari ikan jantan dan sebaliknya ada pula spesies ikan yang tidak mempunyai perbedaan pertumbuhannya lebih baik dari ikan jantan. Tercapainya kematangan gonad untuk pertama kali kiranya mempengaruhi pertumbuhan yaitu kecepatan pertumbuhan menjadi lambat.
Umur telah diketahui dengan jelas berperan terhadap pertumbuhan. Pertumbuhan cepat terjadi pada ikan ketika berumur 3- 5 tahun. Pada ikan tua walaupun pertumbuhan itu terus tetapi berjalan lamba. Ikan tua pada umumnya kekurangan makanan berlebihan untuk pertumbuhan, karena sebagian besar makanannya digunakan untuk pemeliharaan tubuh dan pergerakan.
Sedangkan Penyakit adalah terganggunya kesehatan ikan yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang dapat mematikan ikan. Secara garis besar penyakit yang menyerang ikan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu penyakit infeksi (penyakit menular) dan non infeksi (penyakit tidak menular). Penyakit menular adalah penyakit yang timbul disebabkan oleh masuknya makhluk lain kedalam tubuh ikan, baik pada bagian tubuh dalam maupun bagian tubuh luar. Makhluk tersebut antara lain adalah virus, bakteri, jamur dan parasit. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan antar lain oleh keracunan makanan, kekurangan makanan atau kelebihan makanan dan mutu air yang buruk. Penyakit yang muncul pada ikan selain di pengaruhi kondisi ikan yang lemah juga cara penyerangan dari organisme yang menyebabkan penyakit tersebut.
Faktor-faktor yang menyebabkan penyakit pada ikan antara lain :
1.      Adanya serangan organisme parasit, virus, bakteri dan jamur.
2.      Lingkungan yang tercemar (amonia, sulfida atau bahanbahan kimia beracun)
3.      Lingkungan dengan fluktuasi ; suhu, pH, salinitas, dan kekeruhan yang besar
4.      Pakan yang tidak sesuai atau gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan ikan
5.      Kondisi tubuh ikan sendiri yang lemah, karena faktor genetik (kurang kuat menghadapi perubahan lingkungan).
Oleh karena itu untuk mencegah serangan penyakit pada ikan dapat dilakukan dengan cara antara lain mengetahui sifat dari organisme yang menyebabkan penyakit, pemberian pakan yang sesuai (keseimbangan gizi yang cukup), hasil keturunan yang unggul dan penanganan benih ikan yang baik (saat panen dan transportasi benih).
Dalam hal penanganan saat tranportasi benih, agar benih ikan tidak mengalami stress perlu perlakuan sebagai berikut antara lain; dengan pemberian KMnO4, fluktuasi suhu yang tidak tinggi, penambahan O2 yang tinggi, pH yang normal, menghilangkan bahan yang beracun serta kepadatan benih dalam wadah yang optimal.
Penyakit dapat diartikan sebagai organisme yang hidup dan berkembang di dalam tubuh ikan sehingga organ tubuh ikan terganggu. Jika salah satu atau sebagian organ tubuh terganggu, akan terganggu pula seluruh jaringan tubuh ikan . Pada prinsipnya penyakit yang menyerang ikan tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses hubungan antara tiga faktor, yaitu kondisi lingkungan (kondisi di dalam air), kondisi inang (ikan) dan kondisi jasad patogen (agen penyakit). Dari ketiga hubungan faktor tersebut dapat mengakibatkan ikan sakit. Sumber penyakit atau agen penyakit itu antara lain adalah parasit, cendawan atau jamur, bakteri dan virus. Factor eksternal tersebut yaitu komposisi kualitas kimia dan fisika air, bahan buangan metabolic, dan ketersediaan pakan.
B.       Langkah-Langkah Dalam Berbudidaya Ikan Bandeng:
1.      Sifat Biologis.
Bandeng termasuk golongan ikan herbivora , yaitu bangsa ikan yang mengkonsumsi tumbuhan. Mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 – 6 bulan dengan pemeliharaan yang intensif.
2.      Penyediaan Benih. 
Usaha penyediaan benih (nener) secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembsaran. Dalam pembenihan bandeng langkah yang dilakukan adalah :
a.       Pemilihan induk yang unggul . Induk yang unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya :
*      bentuk normal, perbandingan panjang dan berat ideal.
*      ukuran kepala relatif kecil, diantara satu peranakan pertumbuhannya paling cepat.
*      susunan sisik teratur, licin, mengkilat, tidak ada luka.
*      gerakan lincah dan normal.
*      umur antara 4 5 tahun.
b.      Merangsang pemijahan. Kematangan gonad dapat dipercepat dengan penggunaan hormone LHRH (Letuizing Hormon Releasing Hormon) melalui suntikan.
c.       Memijahkan. Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan berina yang telah matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan
d.      Penetasan. Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 – 26 jam dari awal pemijahan. Telur yang telah menetas akan menjadi larva yang masih mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi pakan hingga umur 2 hari.
e.       Merawat benih. Setelah berumur 9 hari larva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener . Di kolam ini larva diberi pakan alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dengan pemupukan dan pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA)yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mempu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan yang diberikan berupa tepung dengan kadar protein 30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuiran pakan dengan NASA dengan dosis 2 – 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena NASAmengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N,P,K,Mg,Fe,Ca,S dan lain-lain, vitamin, protein dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan nener.
3.      Pembesaran.
Setelah dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam pembesaran. Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu :
a.       Persiapan lahan.
Tahap ini dilakukan sebelum pemasukan air. kegiatan yang dilakukan selama persiapan lahan adalah :
*      Pencangkulan dan pembalikan tanah. Bertujuan untuk membebaskan senyawa dan gas beracun sisa budidaya hasil dekomposisi bahan organik baik dari pakan maupun dari kotoran. Selain itu dengan menjadi gemburnya tanah, aerasi akan berjalan dengan baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat.
*      Pengapuran. Selama budidaya, ikan memerlukan kondisi keasaman yang stabil yaitu pada pH 7 – 8. Untuk mengembalikan keasaman tanah pada kondisi tersebut, dilakukan pengapuran karena penimbunan dan pembusukan bahan organik selama budidaya sebelumnya menurunkan pH tanah. Pengapuran juga menyebabkan bakteri dan jamur pembawa penyakit mati karena sulit dapat hidup pada pH tersebut. Pengapuran dengan kapur tohor, dolomit atau zeolit dengan dosis 1 TON /ha atau 10 kg/100 m2.
*      Pemupukan. Fungsi utama pemupukan adalah memberikan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan pakan alami, memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang tidak kedap air (porous). Penggunaan TON untuk pemupukan tanah dasar kolam sangat tepat, karena TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, dan asam-asam organik utama memberikan bahan-bahan yang diperlukan untuk peningkatan kesuburan lahan dan pertumbuhan plankton. Dosis pemupukan TON adalah 5 botol/ha atau 25 gr/100 m2.
*      Pengelolaan air. setelah dilakukan pemupukan dengan TON, air dimasukkan hingga setinggi 10 – 20 cm kemudian dibiarkan beberapa hari, untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton. Air dimasukkan hingga setinggi 80 cm atau menyesuaikan dengan kedalaman kolam.
b.      Pemindahan nener. Setelah plankton tumbuh (warna air hijau) dan kecerahan sedalam 30 – 40 cm, nener di kolam peneneran dipindahkan ke kolam pembesaran dengan hati-hati dengan adaptasi terhadap lingkungan yang baru.
c.       Pemberian Pakan. Sesuai dengan sifat bandeng yang termasuk hewan herbivore, maka ikan ini suka memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. Tumbuhan yang disukai bandeng adalah lumut, ganggang dan klekap. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu pakan buatan pabrik, dengan standar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal dengan kadar protein .minimal 25 – 28 %.
Sebagai hewan herbivora, unsur tumbuhan dalam pakan memang sangat penting,. Oleh karena itu, sebaiknya bahan baku unsur protein harus didominasi dari sumber tumbuhan atau nabati dari tepung kedelai atau bungkil kacang tanah. Sebagai acuan pemberian pakan adalah : Jumlah pakan 5 – 7% dari berat badan. Waktu pemberian 3 – 5 kali sehari.
Penambahan NASA pada pakan buatan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran NASA dengan pakan buatan adalah 2 – 5 cc/kg pakan dengan cara :
a)      Timbang pakan sesuai dengan kebutuhan bandeng.
b)      Basahi pakan dengan sedikit air agar pencampuran dengan NASA dapat merata.
c)      Campurkan NASA sesuai jumlah pakan yang diberikan dengan dosis 2 – 5 cc/kg pakan.
d)     Pakan siap untuk diberikan.
Pemberian pakan dengan menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh bandeng dapat pakan.
4.      Pengendalian hama dan Penyakit. 
Penyakit penting yang sering menyerang bandeng adalah :
a.       Pembusukan sirip, disebabkan oleh bakteri. Gejalanya sirip membusuk dari bagian tepi.
b.      Vibriosis. Disebabkan oleh bakteri Vibriosis sp , gejalanya nafsu makan turun, pembusukan sirip, dan bagian perut bengkak oleh cairan.
3. Penyakit oleh Protozoa. Gejalanya nafsu makan hilang, mata buta, sisik terkelupas, insang rusak, banyak berlendir.
c.       Penyakit oleh cacing renik. Sering disebabkan oleh cacing Diploctanum yang menyerang bagian insang sehingga menjadi pucat dan berlendir.
Penyakit dari bakteri, parasit dan jamur disebabkan lingkungan yang buruk, dan penurunan daya tahan tubuh ikan. Penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh tingginya timbunan bahan organik dan pencemaran lingkungan dari aliran sungai.. Bahan organik dan kotoran akan membusuk dan manghasilkan gas-gas yang berbahaya. Ketahanan tubuh ikan ditentukan konsumsi nutrisinya. Maka cara pengendalian penyakit harus menitikberatkan pada kedua faktor tersebut. Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan 
TON dengan dosis 5 botol/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 yang mengandung unsur mineral dan asam-asam organik penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam kolam dan unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam jumlah yang ideal, perlu diberikan pakan dengan standar protein yang sesuai serta dengan penambahan/pencampuran NASA pada pakan buatan. NASA dengan kandungan mineral-mineral penting, vitamin, asam organic, protein dan lemak akan menambah dan melengkapi nutrisi pakan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup dan berkembang selalu tercukupi.

C.      modal awal untuk berbudidaya ikan bandeng:
Kalau usaha memang tidak boleh tanggung-tanggung. Termasuk dalam hitungan soal modal. Jika modanya sedikit tentu hasilnya juga sedikit. Begitu sebaliknya. Apalagi jika usaha ini sudah lama dikembangkan tentu harus tetap dipertahankan. modal awal usaha ini sedikitnya dikeluarnya Rp 50 juta. Budidaya tambak ikan bandeng,, tidak bisa dengan modal kecil. Dia harus banyak membeli bibit ikan bandeng untuk dibesarkan. Minimal, dalam tempo 1 bulan atau tiga bulan, dia sudah bisa menjual kembali ikan bandengnya
D.      manfaat ikan bandeng bagi kesehatan
Ikan Bandeng juga mengandung Asam Lemak Omega 3 yang sangat berguna dalam mencegah terjadinya penggumpalan darah sehingga dapat mencegah serangan penyakit jantung koroner. Selain itu Asam Lemak Omega 3 juga bersifat hipokolesterolemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah serta mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan berperan dalam pertumbuhan otak pada janin serta membantu pertumbuhan sistem saraf.
Ikan Bandeng termnasuk ikan yang rendah kolesterolnya. Penyakit jantung koroner yang disebabkan karena tersumbatnya pembuluh darah dipicu oleh karena tubuh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak Lemak Jenuh.
Rajin mengkonsumsi ikan adalah salah satu cara diet tepat dalam menangkal serangan penyakit jantung koroner. Sudah banyak yang tahu kalau bangsa Eskimo jago dalam mengkonsumsi ikan, 300 - 400 gr perhari, sehingga kasus penyakit jantung sangat rendah ditemukan disana.
Jadi sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Ikan juga mengandung asam lemak, terutama Omega-3, yang sangat penting artinya bagi kesehatan dan perkembangan otak bayi untuk potensi kecerdasannya. Demikian besar peranan gizinya bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan yang tepat untuk diet di masa yang akan datang.
Komposisi gizi per 100 gram daging bandeng adalah energi 129 kkal, protein 20 g, lemak 4,8 g, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg, besi 2 mg, vitamin A 150 SI, dan vitamin B1 0,05 mg. Protein bandeng cukup tinggi. Kondisi ini menjadikan bandeng sangat mudah dicerna dan baik dikonsumsi oleh semua usia untuk mencukupi kebutuhan protein tubuh, menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro.



BAB III
PENUTUP

A.      kesimpulan
Bahwa ikan bandeng bisa menjadi peluang untuk usaha yang bisa memberi kan hasil yang menjanjikan.ikan bandeng juga memberikan manfaat bagi kesehatanbaik bagi orang dewasa maupun anak-anak,dengan kandungan yang terkandung didalamnya.
B.       Saran
Saran yang diberikan adalah petani tambak harus dapat mengusahakan tambak dengan lebih intensif, menambah dan mengkombinasikan penggunaan faktor produksi diatas secara tepat untuk meningkatkan produksi. Disarankan juga kepada petambak untuk meneruskan dan mengembangkan usahanya dengan berupaya menambah input seperti tenaga kerja, luas lahan tambak, benih, pakan tambahan, pupuk, dan pestisida dan mengubah mengubah pengkombinasian input yang tepat dengan biaya tertentu yang akan menghasilkan keuntungan maksimal.disarankan agar masyarakat dianjurkan untuk sesekali mengkonsumsi hasil olahan dari ikan bandeng karena mengandung gizi yang baik bagi kesehatan






















DAFTAR PUSTAKA


http://sriwijayafcmanchesterunited.blogspot.co.id/2013/09/makalah-cara-membudidayakan-ikan-bandeng.html


1 komentar:

  1. Raih Kemenangan Besar Anda Disitus MARIO QQ, Hanya Dengan Modal Rp.10.000 Anda Bisa Menangkan Jackpot Jutaan Rupiah Setiap Harinya !!!

    ✅ BONUS TURN OVER 0.3%
    ✅ BONUS REFFERAL 15%
    ✅ WIN RATE GAME 96,9%
    ✅ 100% PLAYER Vs PLAYER ( NO ROBOT & ADMIN )
    ✅ Minimal Deposit Bank : Rp.10.000 (BCA MANDIRI BNI BRI DANAMON)
    ✅ Minimal Deposit Pulsa : Rp.10.000
    ✅ Support E-Cash : GOPAY , DANA , OVO , LINK

    Berapapun Kemenangan Bosku Pasti Akan Kami Bayar dan Kita Proses Dengan Cepat !!!
    Hanya Disitus MARIO QQ Yang Memberikan JACKPOT dan BONUS TURN OVER Yang FANTASTIS Loh !!! Ayo Tunggu Apalagi Buruan Daftarkan dan Mainkan
    Langsung Disitus Resmi MARIO QQ Dibawah Ini melalui :
    WHATSAPP +62 821-4331-1663

    Link Alternatif :
    - www.marioqq88. club
    - www.marioqq88. org

    BalasHapus