KATA PENGANTAR
Puji Syukur
kehadirat Allah SWT, karena atas karunia dan hidayah-Nya penyusun dapat
menyelesaikan Karya Ilmiah yang berjudul “
BUDIDAYA IKAN BANDENG ”. Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusun Karya Ilmiah ini baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Penyusun
menyadari adanya banyak kekurangan dalam penulisan Karya Ilmiah ini. Oleh
karena itu penyusun mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang membangun
demi kesempurnaan dalam karya ilmiah ini kedepannya.
Harapan
penyusun agar Karya Ilmiah ini berguna dan dapat dimanfaatkan sebagaimana
mestinya, serta dapat menambah ilmu pengetahuan di bidang Budidaya Ikan Bandeng.
Tonra, November 2015
Penulis,
( ___________________ )
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……………………………………………………………… i
Daftar Isi ……………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar belakang .......………………………………………..…………………...
1
B.
Rumusan masalah
.................……………………………………….…....…... 1
C.
Tujuan penelitian
..........................................…………………………...……… 1
D.
Manfaat penelitian ........……………………………………………………… 1
E.
Manfaat jagung .......………………………………………..….........………..…
1
BAB II HASIL PENELITIAN
A.
Penyebab
Petani Gagal Panen .......………………………...............………..… 2
B.
Langkah-Langkah Dalam Berbudidaya Ikan Bandeng ……......…...........…..…
3
C.
modal awal untuk berbudidaya ikan bandeng .......……….......................
…..… 7
D.
manfaat
ikan bandeng bagi kesehatan .......…....................................………..…
7
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ……………………………………………………………… 8
B.
Saran ……………………………………………………………… 9
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………… 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Ikan bandeng memiliki
nama latin Chanos chanos, merupakan ikan campuran antara air asin
dan air tawar atau payau. Ikan ini dapat hidup sampai ke pinggiran dan tengah
laut dan secara kontinyu akan kembali ke perairan dangkal atau tepi pantai
untuk bertelur. Ikan banding lebih menyenangi perairan dangkal dengan banyak
tanaman bakau di sekitarnya. Karena akar tanaman bakau akan melindungi telur
dan bayi ikan banding dari pemangsa seperti ikan lain yang berukuran lebih besar.
Bayi bandeng atau yang
dekenal dengan nama “nener” banyak ditangkap oleh para nelayan untuk
dijadikan benih di tambak. Memang bandeng sekarang sudah banyak di pelihara di
tambak – tambak. Pengambilan benih bandeng atau nener di alam liar masih
merupakan pola pembibitan yang sudah kadaluarsa. Sekarang bibit bandeng atau
nener banyak di produksi oleh para pembibit atau hatchery untuk di jual ke
pengelola tambak. Dengan teknik pembibitan ynag modern bibit bandeng dapat
dihasilkan dengan jumlah yang luar biasa banyak.
B. Rumusan masalah
Dalam penilitian ini masalah
yang akan di teliti penulis adalah:
1. apa yang menyebabkan petani ikan bandeng gagal panen?
2. bagaimana langkah-langkah membudidayakan ikan mulai dari bibit sampai
panen?
3. berapa besar modal yang harus disiapkan oleh petani untuk berbudidaya
ikan bandeng?
4. apa manfaat ikan bandeng bagi kesehatan?
C. tujuan
penelitian
Berkaitan dengan
permasalahan yang diteliti,tujuan penelitian yang ingin disampaikan oleh
penulis yaitu:
1. dapat memberi tahukan hal-hal yang menyebabkan petani ikan bandeng gagal
panen
2. dapat memberitahukan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam
membudidayakan ikan bandeng
3. dapat memberitahukan modal awal untuk membudidayakan ikan bandeng
4. dapat memberi tahukan apa manfaat ikan bandeng bagi kesehatan
D. Manfaat
penelitikan
Berdasarkan hasil penelitian
maka manfaat yang dapat di ungkapkan penulis adalah:
1.kita dapat mengetahui penyebab petani gagal panen
2.kita dapat mengetahui langkah-langkah membudidayakan ikan bandeng
3.kita dapat mengetahui modal awal untuk berbudidaya ikan bandeng
4.kita dapat mengetahui manfaat dari ikan bandeng bagi kesehatan
BAB II
HASIL PENELITIAN
HASIL PENELITIAN
A. Penyebab Petani
Gagal Panen
Setiap
faktor saling mempengaruhi kehidupan organisme dalam suatu ekosistem perairan
termasuk mempengaruhi pertumbuhan. Pada pemeliharaan ikan ini kualitas air,
kepadatan ikan, serta jumlah dan kualitas pakan pun harus selalu diperhatikan.
Kepadatan ikan sangat penting untuk kenyamanan hidup. Ikan yang terlalu padat
dapat menimbulkan stres karena kualitas air cepat menjadi jelek. Bahkan,
oksigen terlarut cepat habis. Selain itu, pada ikan tertentu dapat terjadi
gesekan antar ikan sehingga menimbulkan luka. Akibatnya, penampilan ikan menjadi
jelek atau bahkan dapat menimbulkan kematian.
Jumlah dan
kualitas pakan merupakan faktor penting. Bila pakannya terlalu sedikit, ikan
akan sukar tumbuh. Sebaliknya bila terlalu banyak, kondisi air menjadi jelek,
terutama pakan buatan. Pemberian pakan dengan frekuensi lebih sering dan jumlah
yang tidak terlalu banyak akan lebih baik dibanding diberikan sekaligus dalam
jumlah banyak.
Pertumbuhan
ikan dipengaruhi oleh dua factor, yaitu factor internal yang meliputi
keturunan, sex, umur dan serangan penyakit. Dalam suatu kultur, factor
keturunan mungkin dapat dikontrol dengan mengadakan seleksi untuk mencari ikan
yang baik pertumbuhannya. Tetapi kalau alam tidak ada control yang dapat
diterapkan. Juga factor sex tidak dapat dikontrol. Ada ikan betina pertumbuhannya
lebih baik dari ikan jantan dan sebaliknya ada pula spesies ikan yang tidak
mempunyai perbedaan pertumbuhannya lebih baik dari ikan jantan. Tercapainya
kematangan gonad untuk pertama kali kiranya mempengaruhi pertumbuhan yaitu
kecepatan pertumbuhan menjadi lambat.
Umur telah
diketahui dengan jelas berperan terhadap pertumbuhan. Pertumbuhan cepat terjadi
pada ikan ketika berumur 3- 5 tahun. Pada ikan tua walaupun pertumbuhan itu
terus tetapi berjalan lamba. Ikan tua pada umumnya kekurangan makanan berlebihan
untuk pertumbuhan, karena sebagian besar makanannya digunakan untuk pemeliharaan
tubuh dan pergerakan.
Sedangkan
Penyakit adalah terganggunya kesehatan ikan yang diakibatkan oleh berbagai
sebab yang dapat mematikan ikan. Secara garis besar penyakit yang menyerang
ikan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu penyakit infeksi (penyakit menular)
dan non infeksi (penyakit tidak menular). Penyakit menular adalah penyakit yang
timbul disebabkan oleh masuknya makhluk lain kedalam tubuh ikan, baik pada bagian
tubuh dalam maupun bagian tubuh luar. Makhluk tersebut antara lain adalah
virus, bakteri, jamur dan parasit. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang
disebabkan antar lain oleh keracunan makanan, kekurangan makanan atau kelebihan
makanan dan mutu air yang buruk. Penyakit yang muncul pada ikan selain di
pengaruhi kondisi ikan yang lemah juga cara penyerangan dari organisme yang
menyebabkan penyakit tersebut.
Faktor-faktor
yang menyebabkan penyakit pada ikan antara lain :
1.
Adanya
serangan organisme parasit, virus, bakteri dan jamur.
2.
Lingkungan
yang tercemar (amonia, sulfida atau bahanbahan kimia beracun)
3.
Lingkungan
dengan fluktuasi ; suhu, pH, salinitas, dan kekeruhan yang besar
4.
Pakan yang
tidak sesuai atau gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan ikan
5.
Kondisi
tubuh ikan sendiri yang lemah, karena faktor genetik (kurang kuat menghadapi
perubahan lingkungan).
Oleh karena itu untuk mencegah serangan penyakit
pada ikan dapat dilakukan dengan cara antara lain mengetahui sifat dari
organisme yang menyebabkan penyakit, pemberian pakan yang sesuai (keseimbangan
gizi yang cukup), hasil keturunan yang unggul dan penanganan benih ikan yang
baik (saat panen dan transportasi benih).
Dalam hal
penanganan saat tranportasi benih, agar benih ikan tidak mengalami stress perlu
perlakuan sebagai berikut antara lain; dengan pemberian KMnO4, fluktuasi suhu
yang tidak tinggi, penambahan O2 yang tinggi, pH yang normal, menghilangkan
bahan yang beracun serta kepadatan benih dalam wadah yang optimal.
Penyakit
dapat diartikan sebagai organisme yang hidup dan berkembang di dalam tubuh ikan
sehingga organ tubuh ikan terganggu. Jika salah satu atau sebagian organ tubuh
terganggu, akan terganggu pula seluruh jaringan tubuh ikan . Pada prinsipnya
penyakit yang menyerang ikan tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses
hubungan antara tiga faktor, yaitu kondisi lingkungan (kondisi di dalam air),
kondisi inang (ikan) dan kondisi jasad patogen (agen penyakit). Dari ketiga
hubungan faktor tersebut dapat mengakibatkan ikan sakit. Sumber penyakit atau
agen penyakit itu antara lain adalah parasit, cendawan atau jamur, bakteri dan
virus. Factor eksternal tersebut yaitu komposisi kualitas kimia dan fisika air,
bahan buangan metabolic, dan ketersediaan pakan.
B. Langkah-Langkah
Dalam Berbudidaya Ikan Bandeng:
1.
Sifat
Biologis.
Bandeng
termasuk golongan ikan herbivora , yaitu bangsa ikan yang mengkonsumsi
tumbuhan. Mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 – 6 bulan dengan
pemeliharaan yang intensif.
2.
Penyediaan
Benih.
Usaha
penyediaan benih (nener) secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan
sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan
induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembsaran. Dalam pembenihan bandeng langkah
yang dilakukan adalah :
a.
Pemilihan
induk yang unggul . Induk
yang unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya :
b.
Merangsang
pemijahan. Kematangan gonad dapat
dipercepat dengan penggunaan hormone LHRH (Letuizing Hormon Releasing Hormon)
melalui suntikan.
c.
Memijahkan. Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan berina yang telah matang
sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel
tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena
sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam
khusus pemijahan
d.
Penetasan. Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 – 26 jam
dari awal pemijahan. Telur yang telah menetas akan menjadi larva yang masih
mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi
pakan hingga umur 2 hari.
e.
Merawat
benih. Setelah berumur 9 hari
larva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener . Di kolam ini larva diberi pakan
alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dengan pemupukan dan
pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON
(TAMBAK ORGANIK NUSANTARA)yang
mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya
N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan
vulvat yang mempu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar
kolam dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air. Waktu
peneneran 8 minggu. Pakan yang diberikan berupa tepung dengan kadar protein
30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuiran pakan dengan NASA dengan dosis 2 – 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena NASAmengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N,P,K,Mg,Fe,Ca,S dan
lain-lain, vitamin, protein dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan
kesehatan nener.
3.
Pembesaran.
Setelah
dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam
pembesaran. Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu :
a.
Persiapan
lahan.
Tahap ini
dilakukan sebelum pemasukan air. kegiatan yang dilakukan selama persiapan lahan
adalah :
b.
Pemindahan
nener. Setelah plankton
tumbuh (warna air hijau) dan kecerahan sedalam 30 – 40 cm, nener di kolam peneneran
dipindahkan ke kolam pembesaran dengan hati-hati dengan adaptasi terhadap
lingkungan yang baru.
c.
Pemberian
Pakan. Sesuai dengan sifat
bandeng yang termasuk hewan herbivore, maka ikan ini suka memakan
tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. Tumbuhan yang disukai bandeng adalah lumut,
ganggang dan klekap. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu pakan buatan pabrik,
dengan standar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal dengan kadar
protein .minimal 25 – 28 %.
Sebagai hewan herbivora,
unsur tumbuhan dalam pakan memang sangat penting,. Oleh karena itu, sebaiknya
bahan baku unsur protein harus didominasi dari sumber tumbuhan atau nabati dari
tepung kedelai atau bungkil kacang tanah. Sebagai acuan pemberian pakan adalah
: Jumlah pakan 5 – 7% dari berat badan. Waktu pemberian 3 – 5 kali sehari.
Penambahan NASA pada pakan buatan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan
pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin akan
menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran NASA dengan pakan buatan adalah 2 – 5 cc/kg pakan dengan cara :
a)
Timbang
pakan sesuai dengan kebutuhan bandeng.
d)
Pakan siap
untuk diberikan.
Pemberian pakan dengan
menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh bandeng dapat
pakan.
4.
Pengendalian
hama dan Penyakit.
Penyakit
penting yang sering menyerang bandeng adalah :
a.
Pembusukan
sirip, disebabkan oleh
bakteri. Gejalanya sirip membusuk dari bagian tepi.
b.
Vibriosis. Disebabkan oleh bakteri Vibriosis sp , gejalanya nafsu makan turun,
pembusukan sirip, dan bagian perut bengkak oleh cairan.
3. Penyakit oleh Protozoa. Gejalanya nafsu makan hilang, mata buta, sisik terkelupas, insang rusak, banyak berlendir.
3. Penyakit oleh Protozoa. Gejalanya nafsu makan hilang, mata buta, sisik terkelupas, insang rusak, banyak berlendir.
c.
Penyakit
oleh cacing renik. Sering disebabkan oleh
cacing Diploctanum yang menyerang bagian insang sehingga menjadi pucat dan
berlendir.
Penyakit dari bakteri, parasit dan jamur disebabkan lingkungan yang buruk, dan penurunan daya tahan tubuh ikan. Penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh tingginya timbunan bahan organik dan pencemaran lingkungan dari aliran sungai.. Bahan organik dan kotoran akan membusuk dan manghasilkan gas-gas yang berbahaya. Ketahanan tubuh ikan ditentukan konsumsi nutrisinya. Maka cara pengendalian penyakit harus menitikberatkan pada kedua faktor tersebut. Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 yang mengandung unsur mineral dan asam-asam organik penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam kolam dan unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam jumlah yang ideal, perlu diberikan pakan dengan standar protein yang sesuai serta dengan penambahan/pencampuran NASA pada pakan buatan. NASA dengan kandungan mineral-mineral penting, vitamin, asam organic, protein dan lemak akan menambah dan melengkapi nutrisi pakan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup dan berkembang selalu tercukupi.
Penyakit dari bakteri, parasit dan jamur disebabkan lingkungan yang buruk, dan penurunan daya tahan tubuh ikan. Penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh tingginya timbunan bahan organik dan pencemaran lingkungan dari aliran sungai.. Bahan organik dan kotoran akan membusuk dan manghasilkan gas-gas yang berbahaya. Ketahanan tubuh ikan ditentukan konsumsi nutrisinya. Maka cara pengendalian penyakit harus menitikberatkan pada kedua faktor tersebut. Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 yang mengandung unsur mineral dan asam-asam organik penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam kolam dan unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam jumlah yang ideal, perlu diberikan pakan dengan standar protein yang sesuai serta dengan penambahan/pencampuran NASA pada pakan buatan. NASA dengan kandungan mineral-mineral penting, vitamin, asam organic, protein dan lemak akan menambah dan melengkapi nutrisi pakan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup dan berkembang selalu tercukupi.
C. modal awal
untuk berbudidaya ikan bandeng:
Kalau
usaha memang tidak boleh tanggung-tanggung. Termasuk dalam hitungan soal modal.
Jika modanya sedikit tentu hasilnya juga sedikit. Begitu sebaliknya. Apalagi
jika usaha ini sudah lama dikembangkan tentu harus tetap dipertahankan. modal
awal usaha ini sedikitnya dikeluarnya Rp 50 juta. Budidaya tambak ikan
bandeng,, tidak bisa dengan modal kecil. Dia harus banyak membeli bibit ikan
bandeng untuk dibesarkan. Minimal, dalam tempo 1 bulan atau tiga bulan, dia
sudah bisa menjual kembali ikan bandengnya
D. manfaat ikan
bandeng bagi kesehatan
Ikan
Bandeng juga mengandung Asam Lemak Omega 3 yang sangat berguna dalam mencegah
terjadinya penggumpalan darah sehingga dapat mencegah serangan penyakit jantung
koroner. Selain itu Asam Lemak Omega 3 juga bersifat hipokolesterolemik yang
dapat menurunkan kadar kolesterol darah serta mampu meningkatkan daya tahan
tubuh dan berperan dalam pertumbuhan otak pada janin serta membantu pertumbuhan
sistem saraf.
Ikan
Bandeng termnasuk ikan yang rendah kolesterolnya. Penyakit jantung koroner yang
disebabkan karena tersumbatnya pembuluh darah dipicu oleh karena tubuh terlalu
banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak Lemak Jenuh.
Rajin
mengkonsumsi ikan adalah salah satu cara diet tepat dalam menangkal serangan
penyakit jantung koroner. Sudah banyak yang tahu kalau bangsa Eskimo jago dalam
mengkonsumsi ikan, 300 - 400 gr perhari, sehingga kasus penyakit jantung sangat
rendah ditemukan disana.
Jadi
sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan
mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan
dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan
kemudahannya untuk dicerna. Ikan juga mengandung asam lemak, terutama Omega-3,
yang sangat penting artinya bagi kesehatan dan perkembangan otak bayi untuk
potensi kecerdasannya. Demikian besar peranan gizinya bagi kesehatan, ikan
merupakan pilihan yang tepat untuk diet di masa yang akan datang.
Komposisi
gizi per 100 gram daging bandeng adalah energi 129 kkal, protein 20 g, lemak
4,8 g, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg, besi 2 mg, vitamin A 150 SI, dan vitamin
B1 0,05 mg. Protein bandeng cukup tinggi. Kondisi ini menjadikan bandeng sangat
mudah dicerna dan baik dikonsumsi oleh semua usia untuk mencukupi kebutuhan
protein tubuh, menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat
kekurangan zat gizi mikro.
BAB III
PENUTUP
A. kesimpulan
Bahwa ikan
bandeng bisa menjadi peluang untuk usaha yang bisa memberi kan hasil yang
menjanjikan.ikan bandeng juga memberikan manfaat bagi kesehatanbaik bagi orang
dewasa maupun anak-anak,dengan kandungan yang terkandung didalamnya.
B. Saran
Saran yang
diberikan adalah petani tambak harus dapat mengusahakan tambak dengan lebih
intensif, menambah dan mengkombinasikan penggunaan faktor produksi diatas
secara tepat untuk meningkatkan produksi. Disarankan juga kepada petambak untuk
meneruskan dan mengembangkan usahanya dengan berupaya menambah input seperti
tenaga kerja, luas lahan tambak, benih, pakan tambahan, pupuk, dan pestisida
dan mengubah mengubah pengkombinasian input yang tepat dengan biaya tertentu
yang akan menghasilkan keuntungan maksimal.disarankan agar masyarakat
dianjurkan untuk sesekali mengkonsumsi hasil olahan dari ikan bandeng karena
mengandung gizi yang baik bagi kesehatan
DAFTAR PUSTAKA
http://sriwijayafcmanchesterunited.blogspot.co.id/2013/09/makalah-cara-membudidayakan-ikan-bandeng.html
Raih Kemenangan Besar Anda Disitus MARIO QQ, Hanya Dengan Modal Rp.10.000 Anda Bisa Menangkan Jackpot Jutaan Rupiah Setiap Harinya !!!
BalasHapus✅ BONUS TURN OVER 0.3%
✅ BONUS REFFERAL 15%
✅ WIN RATE GAME 96,9%
✅ 100% PLAYER Vs PLAYER ( NO ROBOT & ADMIN )
✅ Minimal Deposit Bank : Rp.10.000 (BCA MANDIRI BNI BRI DANAMON)
✅ Minimal Deposit Pulsa : Rp.10.000
✅ Support E-Cash : GOPAY , DANA , OVO , LINK
Berapapun Kemenangan Bosku Pasti Akan Kami Bayar dan Kita Proses Dengan Cepat !!!
Hanya Disitus MARIO QQ Yang Memberikan JACKPOT dan BONUS TURN OVER Yang FANTASTIS Loh !!! Ayo Tunggu Apalagi Buruan Daftarkan dan Mainkan
Langsung Disitus Resmi MARIO QQ Dibawah Ini melalui :
WHATSAPP +62 821-4331-1663
Link Alternatif :
- www.marioqq88. club
- www.marioqq88. org